gw gak bisa apa-apa
gak punya apa-apa
bangsatlah semuanya
Gabrielizm
Karena hidup terlalu indah untuk diratapi
Minggu, 06 November 2011
Kamis, 23 Juni 2011
Dibalik pelukan serigala
serigala-serigala kecil bertubuh mungil
disaat siang kami berteduh di balik serigala besar
ketika sinar bulan sudah tidak bersahabat
bulu-bulu serigala besar menutup kami rapat
teman-teman serigala banyak yang pergi
kemana angin membawa kalian ?
entah pergi ke stasiun untuk mencari kumbang ?
mungkin ke ujung kintamani ?
atau ke perempatan ujung jalan ?
atau bahkan ke seberang pulau rinjani ?
aku ingin kita seperti dulu,
manis seperti madu yaman
tapi kuat seperti belulang atlas.
wahai sahabat serigala disana.
maafkan jika pernah berkhilaf.
maafkan jika jalan itu terlalu alot.
maafkan Dewata bila tak bersahaja.
Embun pagi akan selalu berlabuh
memberikan kesegaran dahaga disaat kalian gelap
kita berpegang erat, saling berputar
didalam lingkaran pelukan serigala besar
disaat siang kami berteduh di balik serigala besar
ketika sinar bulan sudah tidak bersahabat
bulu-bulu serigala besar menutup kami rapat
teman-teman serigala banyak yang pergi
kemana angin membawa kalian ?
entah pergi ke stasiun untuk mencari kumbang ?
mungkin ke ujung kintamani ?
atau ke perempatan ujung jalan ?
atau bahkan ke seberang pulau rinjani ?
aku ingin kita seperti dulu,
manis seperti madu yaman
tapi kuat seperti belulang atlas.
wahai sahabat serigala disana.
maafkan jika pernah berkhilaf.
maafkan jika jalan itu terlalu alot.
maafkan Dewata bila tak bersahaja.
Embun pagi akan selalu berlabuh
memberikan kesegaran dahaga disaat kalian gelap
kita berpegang erat, saling berputar
didalam lingkaran pelukan serigala besar
| Reaksi: |
Sabtu, 04 Juni 2011
Nyanyian para hedon
Nyanyian para Hedon
Kami suka kepada bumi yang suram
lukisan para hutan yang kerontang
danau mengeruh mengalir mani kami
langit bukannya biru tapi sendu
kami adalah gagak - gagak kesepian
kami pergi melahap bangkai
sekumpulan anggur merah yang penuh
buncitkan perut para kami
kami bisa menenggak minuman itu sampai mampus
biarkan lampu itu tetap berputar
hancurkan lantai lantai tarian
lupakan semua, dengarkan melodi yang mengalun rusak
kami menenggak pil
kami minum mani para hawa
kami mengasah kelamin
kami tak pernah tua ! kami gila !
dari cognac sampai brandy pun kami tenggak !
rambut kami tak akan memutih !
Cinta kami hanyalah raga dan senggama !
kami penikmat bumi !
bakar ! bakar semuanya !
nikmati semuanya sampai habis !
Kami suka kepada bumi yang suram
lukisan para hutan yang kerontang
danau mengeruh mengalir mani kami
langit bukannya biru tapi sendu
kami adalah gagak - gagak kesepian
kami pergi melahap bangkai
sekumpulan anggur merah yang penuh
buncitkan perut para kami
kami bisa menenggak minuman itu sampai mampus
biarkan lampu itu tetap berputar
hancurkan lantai lantai tarian
lupakan semua, dengarkan melodi yang mengalun rusak
kami menenggak pil
kami minum mani para hawa
kami mengasah kelamin
kami tak pernah tua ! kami gila !
dari cognac sampai brandy pun kami tenggak !
rambut kami tak akan memutih !
Cinta kami hanyalah raga dan senggama !
kami penikmat bumi !
bakar ! bakar semuanya !
nikmati semuanya sampai habis !
| Reaksi: |
Langgan:
Entri (Atom)